Tampilkan postingan dengan label Otak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Otak. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 April 2010

ternyata IQ anak sulung lebih tinggi daripada IQ adik-adiknya

Diposting oleh Blogger di 02.40 1 komentar

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim Norwegia menemukan anak pertama, dan mereka yang kehilangan saudara lebih tua, sehingga kemudian menjadi yang tertua, mencatat skor lebih tinggi dalam tes intelegensi.

Adanya hubungan ini ditemukan setelah para peneliti mengkaji data dari 250 ribu tentara Norwegia.
Laporan tersebut dimuat dalam jurnal Science.

Selama berpuluh-puluh tahun, para ahli tidak sependapat mengenai bagaimana urutan kelahiran berpengaruh terhadap intelektualitas dan pencapaian prestasi.
"Lebih berotak"
Mereka yang mendukung teori ini mengatakan anak-anak tertua biasanya mendapatkan perhatian serius dari orang tua mereka sejak usia dini.

Yang lainnnya berpendapat bahwa perbedaan disebabkan ketika janin berkembang di dalam perut ibunya, dengan kehamilan berikutnya, sang ibu akan menghasilkan antibodi yang bisa merusak otak bayi.

Sementara yang lainnya mengatakan bahwa hubungan antara urutan kelahiran dan intelegensi adalah hal yang tidak benar, atau bias karena besarnya jumlah keluarga, secara historis, pasangan dengan IQ yang lebih rendah cenderung memiliki anak-anak yang lebih tinggi IQnya.

Professor Petter Kristensen, di Institut Nasional Kesehatan di bidang Kerja di Oslo dan koleganya Tor Bjerkedal, di Jasa Layanan Kesehatan Angkatan Bersenjata Norwegia mengatakan walaupun perbedaan IQ yang mereka temukan sedikit saja, namun ini penting artinya.

Mereka juga mengatakan bahwa alasan di balik penemuan ini karena faktor sosial, bukan faktor biologi.
Sebagai contoh, pria yang lahir sebagai anak ketiga namun kemudian kehilangan kakaknya di awal kanak-kanak, sehingga kemudian dibesarkan sebagai anak kedua memiliki skor IQ yang mendekati anak-anak yang dilahirkan betul=betul sebagai anak kedua.

"Kami menemukan bahwa posisi sosial anak yang menentukan, dan bukan posisi biologinya yang menentukan." kata Professor Kristensen.

Frank Sulloway, dari Institut Penelitian Sosial dan Psikiatri di University of California, juga pernah melakukan penelitian hubungan bagaimana pola asuh mempengaruhi kepribadian dan intelegensi.

Kepada harian Inggris, The Daily Telegraph, dia mengatakan IQ yang lebih tinggi pada anak sulung dicapai karena mereka mengajarkan sesuatu kepada adik-adik mereka.

"Dan tambahannya juga, kecenderungan anak-anak pertama mendapatkan tempat terhormat di mata orang tua mereka, dan juga mengambil peran sebagai kaka yang matang, berdisplin, menjelaskan juga mengapa anak-anak sulung ini IQnya lebih tinggi." kata Sulloway.

Selasa, 08 September 2009

10 Bad Habit kebiasaan buruk Perusak Otak

Diposting oleh Blogger di 03.06 0 komentar

Perlu anda perhatikan kembali kebiasaan-kebiasaan anda setiap hari, apakah kebiasaan itu termasuk dalam 10 kebiasaan yang dapat merusak otak? Temukan jawabannya dari daftar berikut ini.

1. Tidak Sarapan Pagi
Sarapan pagi merupakan jhla yang paling penting dilakukan karena selain sarapan dapat menunjang kebutuhan tubuh selam kita beraktivitas samapi siang ternyata sarapan juga penting bagi otk. Mereka yang tidak pernah melakukan sarapan mempunyai kadar gula yang rendah, akibatnya supali nutrisi ke otak menjadi kurang.

2. Makan Terlalu Banyak
Terlalu banyak makan, apalagi makanan yang berkadar lemak tinngi, dapat menyebabkan penimbunan lemak pada dinding otak dan pembuluh darah, akibatnya kemampuan kerja otak menurun.

3. Merokok
Zat rokok yang terhisap dapat mengakibatkan penyusutan otaka secara cepat dan dapat mengakibatkan penyakit Alzheimer.

4. Mengkonsumsi Gula Terlalu Banyak
Mengkonsumsi gula terlalu banyak dapat mengakibatkan terganggunya penyerapan nutrisi dan protein sehingga dapat terjadi ketidakseimbangan gizi yang akan mengganggu perkembangan otak.

5. Polusi udara
Otak merupakan organ yang mengkonsumsi oksigen terbanyak. Menghirup udara yang berpolusi dapat menurunkan suplai oksigen dan menurunkan efesiensi otak.

6. Kurang Tidur
Saat kita tidur otak juga beristirahat dan memulihkan kemampuannya. Bila kita kurang tidur dalam kurun waktu lama dapat menyebabkan kerusakan sel-sel otak secara cepat.

7. Tidur Sambil Menutup Kepala
Tidur sambil menutup kepala dapat meningkatkan konsentrasi zat karbondioksida dan menurunkan konsentrasi oksigen sehingga menimbulkan efek kerusakan pada otak.

8. Menggunakan Pikiran Saat Sakit
Memaksakan berpikir dan bekerja terlalu keras dapat saat sedang sakit dapat menyebabkan berkurangnya efektivitas kerja otak dan dapat merusak otak.

9. Kurang Menstimulasi Otak
Berpikir adalah cara yang paling tepat melatih otak kita, bila kita jarang menstimulasi otak untuk berpikir dapat emngkerutkan otak kita.

10. Jarang Berkomunikasi
Berkomunikasi merupakan sarana tepat untuk memacu kerja otak. Berkomunikasi yang menggunakan intelektual dapat memicu efesiensi otak. Jarang berkomunikasi dapat menyebabkan intelektual otak jadi kurang terlatih.